Logo Pemkot YogyakartaPAD Outlook 2027BPKAD Kota Yogyakarta
PAD Outlook 2027 Hero
BPKAD Kota Yogyakarta × Sanggabiz

PAD Outlook 2027

Platform perencanaan target Pendapatan Asli Daerah berbasis data — menyatukan data historis, hasil scraping sumber eksternal, dan data internal BPKAD dengan kerangka TAM-SAM-SOM untuk target yang ilmiah, terukur, dan eksekutabel.

Dashboard Outlook

Ringkasan indikator kunci PAD Outlook 2027.

⚠️ Semua angka pada bagian ini adalah dummy untuk kebutuhan prototype UI. Data final akan ditampilkan setelah integrasi penuh data internal BPKAD.
💰 Estimasi PAD 2027
Rp 1,42 T
Placeholder hingga data internal final masuk.
📈 Growth Outlook YoY
+11,8%
Berasumsi skenario moderat ekonomi kota.
🔍 Coverage Data Scraping
8.420
Entitas dari Google Maps, OTA, & platform digital.
Dashboard Analytics

Apa Itu PAD Outlook?

🏛️

Definisi

PAD Outlook adalah kerangka perencanaan target Pendapatan Asli Daerah berbasis data dan analisis statistik untuk memproyeksikan penerimaan daerah tahun berjalan dan tahun berikutnya, dengan mempertimbangkan potensi riil serta kapasitas eksekusi organisasi.

🎯

Tujuan Utama

Menghasilkan target PAD 2027 yang bukan sekadar angka historis atau kompromi politik, melainkan target yang didasarkan pada bukti data, analisis potensi ekonomi digital, dan kapasitas riil pemungutan daerah.

Metodologi Singkat

Lima langkah utama dalam menyusun target PAD berbasis data.

📊

Audit data historis penerimaan PAD 5-10 tahun.

🌐

Konversi data eksternal ke potensi pajak via kerangka TAM-SAM-SOM.

Validasi lapangan dengan random sampling dan cross-tab database BPKAD.

🎯

Penyusunan skenario target: positif, progresif, pragmatis.

🤝

Sinkronisasi target dengan kapasitas organisasi dan kesiapan eksekusi OPD.

Methodology Visualization

Manfaat PAD Outlook

Nilai strategis yang dihasilkan dari pendekatan berbasis data.

📐

Target PAD tidak lagi berbasis intuisi politik semata, tetapi berbasis data.

🔎

Blind spot wajib pajak terdeteksi lewat digital intelligence.

🗺️

Ruang fiskal kota dipetakan lebih realistis dan bisa dieksekusi.

🏛️

Memperkuat kesepahaman antar OPD melalui metodologi tunggal.

Membantu prioritisasi intervensi kebijakan per jenis pajak.

Pertanyaan Umum (FAQ)